Pengalaman Supir Taksi

Malam itu gerimis mengguyur wilayah jakarta. Jalanan terasa sunyi senyap, maklum jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Yoyok mengemudikan taksinya dengan pelan di depan mall mangga 2, berharap ada penumpang yang sedang menunggu taksi. Ketika di lampu merah ada seorang wanita muda tionghoa berperawakan kurus menggunakan rok mini dan kaus merah ketat menyetop taksinya. Setelah tiba di dalam Yoyok dengan ramah pun mengucapkan “Selamat malam, mau kemana mba?”.
“kelapa gading” jawab wanita itu singkat.
Dengan sigap yoyok pun membelokkan taksinya menuju wilayah tersebut.

Perjalanan pun dilanjutkan dengan kesunyian, sebenarnya yoyok sudah terbiasa akan penumpang yang lebih banyak diam dibanding penumpang yang terbiasa mengobrol. Karena dari pool taksinya dia sudah diajari bahwa ada beberapa tipe penumpang yang lebih senang diam dan supir pun tidak diperkenankan untuk mengajak berbicara hal lain selain rute perjalanan kepada penumpang tersebut.

45 menit berlalu tak terasa taksi sudah memasuki wilayah komplek kelapa gading. “Cluster Anggrek Blok B2 No 7, itu rumah saya pak” kata wanita muda itu mengetahui hampir sudah tiba di lokasi.
“Baik mba” (“wah untung kemarin ke daerah ini juga, kalau tidak salah cluster anggrek itu setelah cluster lili” batin yoyok).

Setelah melewati cluster lili yoyok pun membelokkan taksinya masuk ke cluster Anggrek. Ketika di pos security, seorang petugas keamanan pun keluar yoyok pun dengan sigap menurunkan kaca mobilnya lalu berkata “Mau ke Blok B2 No 7 pak”. lalu petugas security pun membukakan gerbang agar taksi yoyok bisa masuk, “Silahkan pak, gang ke 2 belok kanan ya”. Taksi pun berjalan lagi setelah melewati gang pertama yoyok pun belok di gang ke 2 dan sekilas melihat nomor rumah yang tertera di pojokan B2 No 1 “oh berarti 6 rumah lagi” batin yoyok. Tapi ketika baru sampai rumah no 4 tiba tiba tercium aroma melati yang sangat menusuk, seketika itu juga yoyok merasakan bulu kuduknya berdiri tapi yoyok mencoba cuek dan terus berjalan menuju rumah No 7.

Taksi berhenti di depan pagar hitam menjulang tinggi, di tembok sebelahnya tertera tulisan B2 No 7. Lampu rumah terlihat menyala di lantai 2 dan di taman, selebihnya yoyok tidak memperhatikan lagi dan menoleh ke belakang dan berucap “Sudah sam…”, belum habis ucapannya yoyok pun agak kaget karena tidak menemukan siapa siapa di kursi belakang. “Jangan jangan sudah keluar, tapi kok gak ada suara pintu dibuka ya” batin yoyok, lalu dengan segera membuka pintu dan segera keluar taksi, tapi aneh di luar pun tampak sepi, tidak ada seorang pun yang tampak, jalanan pavling blok terlihat sepi lengang, tidak ada tanda tanda seseorang pun disitu.

Tiba tiba aroma melati yang sangat wangi tercium kembali bulu kuduk yoyok pun kembali berdiri lagi, tubuh yoyok pun terasa bergetar, lalu dengan sigap yoyok segera masuk ke dalam taksinya. Setelah mengecek di kursi belakang tidak ada orang yoyok pun segera memutar taksinya dengan cepat dan menarik gas bergegas meninggalkan tempat itu.

Sesampainya pos security yoyok pun turun dan terbata bata bertanya kepada petugas “Ma af Pak.. ttt tadi waktu saya masuk liat ada penumpangnya gak?”.
Petugas security itu pun heran, dan sambil menggelengkan kepalanya menjawab “Tidak ada pak, saya pikir bapak mau menjemput orang di B2 No 7″.
“Bb bukan pak, saya tadi mengantar seorang wanita muda keturunan tionghoa yang minta diantar pulang ke Blok B2 No 7, tapi sampai di rumah itu tiba tiba orangnya menghilang” ucap yoyok.
Security itu pun mengerutkan dahinya “Setahu saya di rumah No 7 itu tidak ada gadis muda yang tinggal disitu, rumah itu hanya ditempati oleh sepasang suami istri berumur sekitar 50 tahunan, mereka memang keturunan tionghoa. Terus bagaimana ciri ciri penumpang mas?”.
“Wah rambutnya panjang pak, pake baju kaos merah dan rok mini seksi deh pokoknya… emang di rumah no 7 itu gak ada penghuni lain selain sepasang suami istri itu ya pak?”.
Petugas security itu diam sebentar lalu berkata “Sebenarnya dulu sih mereka punya seorang putri, umurnya sekitar 23 tahunan cantik dan seksi memang, tapi…” terdiam dan menghisap rokoknya dalam dalam.
“tapi apa pak?” kejar yoyok tidak sabar.
“Tapi sudah meninggal sekitar 1 bulan yang lalu” lanjut security itu. “Kejadiannya kalau tidak salah waktu kerusuhan bulan kemarin itu lho, denger denger sih dia diperk*sa di dalam taksi lalu dibuang di pinggir jalan hingga meninggal, katanya sih waktu mau pulang kerja, memang sih neng itu kalau kerja selalu pakai rok mini” .

Yoyok pun langsung lemas mendengar kisah itu, pantas saja tadi tercium aroma melati yang kuat sehingga bulu kuduknya berdiri, lalu melihat jamnya, tanggal 15 Juni 1998, yang berarti tepat 1 bulan setelah kerusuhan mei 98 terjadi.

Cerpen Karangan: Ossy Sagara
Blog: http://bwid-cerpen.blogspot.com/
Penulis adalah seorang karyawan swasta yang menyukai musik dan catur. Dengan impian traveling ke seluruh Indonesia mengunjungi daerah yang belum terjamah wisatawan.

Read More
9 tahun ago
0 4
9 tahun ago
0 3
9 tahun ago
0 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Best Dating Sites
Platform Pengiriman Pesan Instan
Platform Sosial Media

Top Profiles
Siska Media di TikTok
10.0/10
Siska Media di TikTok
Channel Siska Media di Youtube
10.0/10
Channel Siska Media di Youtube